Jadwal Sholat Hari Ini

Menerjemahkan

Harap tunggu sebentar...

Doa Nabi Khidr (Doa Faraj) Arab, Latin, dan Artinya Lengkap untuk Kelapangan Hati

Doa Nabi Khidr (Doa Faraj)

Kanzanesia.com — Doa Nabi Khidr atau dikenal juga sebagai doa faraj merupakan salah satu doa yang populer di kalangan ulama dan ahli tasawuf. Disebut doa faraj karena isinya adalah permohonan kepada Allah ﷻ agar diberi kelapangan, jalan keluar dari kesulitan, serta kelembutan-Nya dalam setiap urusan. Doa ini dinisbatkan kepada Nabi Khidr ‘alaihis salam dan tercantum dalam kitab klasik seperti Ihya’ ‘Ulum al-Din karya Imam al-Ghazali Juz 2 halaman 347. Banyak kaum muslimin yang mengamalkannya dengan membaca 30 kali sehari semalam, atau dibagi 6 kali setiap selesai sholat fardhu.

Teks Doa Nabi Khidr (Doa Faraj) Lengkap

Arab:

اَللَّهُمَّ كَمَا لَطَفْتَ فِي عَظَمَتِكَ دُوْنَ اللُّطَفَاءِ، وَعَلَوْتَ بِعَظَمَتِكَ عَلَى الْعُظَمَاءِ، وَعَلِمْتَ مَا تَحْتَ أَرْضِكَ كَعِلْمِكَ بِمَا فَوْقَ عَرْشِكَ، وَكَانَتْ وَسَاوِسُ الصُّدُورِ كَالْعَلَانِيَةِ عِنْدَكَ، وَعَلَانِيَةُ الْقَوْلِ كَالسِّرِ فِي عِلْمِكَ، وَانْقَادَ كُلُّ شَيْءٍ لِعَظَمَتِكَ، وَخَضَعَ كُلُّ ذِي سُلْطَانٍ لِسُلْطَانِكَ، وَصَارَ أَمْرُ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ كُلُّهُ بِيَدِكَ، اِجْعَلْ لِي مِنْ كُلِّ هَمٍّ أَصْبَحْتُ وَأَمْسَيْتُ فِيْهِ فَرْجًا وَمَخْرَجًا. اَللَّهُمَّ إِنَّ عَفْوَكَ عَنْ ذُنُوْبِيْ، وَتَجَاوُزَكَ عَنْ خَطِيْئَتِيْ، وَسَتْرَكَ عَلَى قَبِيْحِ عَمَلِيْ أَطْمَعَنِيْ أَنْ أَسْئَلَكَ مَا لَا أَسْتَوْجِبُهُ مِمَّا قَصَّرْتُ فِيْهِ، أَدْعُوْكَ آمِنًا وَأَسْئَلُكَ مُسْتَأْنِسًا، وَإِنَّكَ الْمُحْسِنُ إِلَيَّ وَأَنَا الْمُسِيْئُ إِلَى نَفْسِيْ فِيْمَا بَيْنِي وَبَيْنَكَ، تَتَوَدَّدُ إِلَيَّ بِنِعْمَتِكَ وَأَتَبَغَّضُ إِلَيْكَ بِالْمَعَاصِي، وَلٰكِنَّ الثِّقَةُ بِكَ حَمَلَتْنِي عَلَى الْجَرَاءَةِ عَلَيْكَ، فَجُدْ بِفَضْلِكَ وَإِحْسَانِكَ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

Latin:
Allāhumma kamā laṭofta fī ‘aẓhāmatika dūna al-luṭofā’i, wa ‘ālawta bi-‘aẓhāmatika ‘alā al-‘uẓhāmā’i, wa ‘alimta mā taḥta arḍika ka-‘ilmika bimā fawqa ‘arshika, wa kānat wasāwisush-shudūrī kal-‘alāniyyati ‘indaka, wa ‘alāniyyatu al-qawli kassirrī fī ‘ilmika, wanqāḍa kullu shay’in li-‘aẓhāmatika, wa khudhū‘a kullu dhī sulṭānin li-sulṭānika, wa shūra amru ad-dunyā wal-ākhirati kulluhu biyadika, ij‘al lī min kulli ḥammin asbaḥtu wa amsa’tu fīhi farajan wa makhrajan.

Allāhumma innā ‘afwāka ‘an dhunūbī, watajawwuzaka ‘an khaṭā’ī, wasatraka ‘alā qabiīhi ‘amālī, athma‘anī an as’alaka mā lā astawjibuhu mimmā qaṣṣartu fīhi, ad‘ūka āmīnan wa as’aluka musta’anisan, wa innaka al-muḥsinū ilayya wa anā al-musī’u ilā nafsī fīmā baynī wa baynaka, tatawaddadu ilayya bin‘matika wa atabāghūdu ilayka bil-ma‘āshī, walakinna thiqatu bika ḥamalatanī ‘alā al-jarā’i ‘alayka, fa-jud bi-fiḍlika wa iḥsānika ‘alayya, innaka anta at-tawwābu ar-raḥīm.

Artinya:

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah berlaku lembut dengan keagungan-Mu melebihi para pemilik kelembutan, dan Engkau meninggi dengan keagungan-Mu di atas para pemilik keagungan. Engkau mengetahui apa yang ada di bawah bumi-Mu sebagaimana pengetahuan-Mu terhadap apa yang ada di atas ‘Arsy-Mu. Bisikan hati sama jelasnya di sisi-Mu seperti sesuatu yang terang-terangan. Ucapan yang diungkapkan sama saja dengan yang dirahasiakan dalam ilmu-Mu. Segala sesuatu tunduk kepada keagungan-Mu, setiap penguasa merendah kepada kekuasaan-Mu, dan seluruh urusan dunia serta akhirat berada di tangan-Mu. Maka jadikanlah untukku dari setiap kesusahan yang aku alami di pagi dan petang jalan keluar dan kelapangan.

Ya Allah, sesungguhnya ampunan-Mu terhadap dosa-dosaku, maaf-Mu atas kesalahanku, dan penutup-Mu atas keburukan amal perbuatanku membuatku berani meminta kepada-Mu sesuatu yang tidak pantas bagiku karena kekuranganku. Aku berdoa kepada-Mu dengan rasa aman, dan aku memohon kepada-Mu dengan penuh harapan. Sesungguhnya Engkaulah yang berbuat baik kepadaku, sementara aku berbuat buruk terhadap diriku sendiri dalam hubungan antara aku dan Engkau. Engkau mendekat kepadaku dengan nikmat-Mu, sedangkan aku menjauh dari-Mu dengan kemaksiatan. Namun, kepercayaanku kepada-Mu mendorongku berani memohon kepada-Mu. Maka limpahkanlah keutamaan dan kebaikan-Mu kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Cara Membaca: doa ini diamalkan sebanyak 30 kali dalam sehari semalam. Bisa juga dibaca 6 kali setiap selesai sholat fardhu.

Asal Usul Doa Nabi Khidr

Doa yang dikenal dengan Doa Nabi Khidr atau Doa Faraj (kelapangan) ini sudah lama diamalkan oleh sebagian ulama dan kalangan shalih. Nama Nabi Khidr sering dikaitkan dengan doa ini karena beliau adalah sosok hamba Allah yang penuh rahasia, diberi ilmu ladunni, dan selalu menolong hamba-hamba Allah yang dalam kesulitan.

Meski tidak ada riwayat yang shahih langsung dari Rasulullah ﷺ terkait doa ini, para ulama membolehkan mengamalkannya sebagai doa umum yang penuh makna. Kandungan doanya berisi pengakuan kelemahan hamba, keagungan Allah, serta permohonan agar Allah membuka jalan keluar dari segala kesulitan hidup.

Karena kandungan maknanya sangat dalam dan penuh tawakkal, doa ini kemudian dikenal luas dengan sebutan Doa Faraj, doa pembuka jalan dan pelapang hati. Dalam tradisi keilmuan Islam, doa ini dibaca oleh banyak orang untuk memohon pertolongan Allah di saat himpitan masalah dan harapan akan datangnya kelapangan dari segala kesulitan.

Keutamaan Doa Nabi Khidr

Doa Nabi Khidr memiliki keutamaan yang besar karena kandungannya mencakup tauhid, tawakkal, dan permohonan kelapangan dari segala kesulitan. Dengan membaca doa ini, seorang hamba mengakui kelemahan dirinya dan berserah penuh kepada Allah ﷻ.

Di antara keutamaannya adalah:

  • Mendekatkan diri kepada Allah – doa ini mengandung pengakuan bahwa semua urusan dunia dan akhirat ada di tangan Allah, sehingga menumbuhkan keyakinan dan ketaatan.
  • Menjadi wasilah kelapangan dari segala kesulitan – doa ini dikenal juga sebagai Doa Faraj, karena menjadi sebab Allah memberi ketenangan, kekuatan, dan jalan keluar dari masalah.
  • Membiasakan istighfar dan taubat – isi doa ini berulang kali memohon ampunan dan mengakui dosa, yang sangat dianjurkan dalam kehidupan seorang Muslim.
  • Menghadirkan rasa tawadhu’ – doa ini membuat seorang hamba merasa kecil di hadapan Allah dan tidak sombong dengan amal yang dilakukan.
  • Penguat istiqomah – doa ini bisa menjadi bagian dzikir harian agar hati istiqomah dalam ketaatan dan dijauhkan dari kelalaian.

Karena itu, doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan secara rutin, khususnya di saat seseorang menghadapi masalah besar, kesempitan rezeki, atau ingin memperkuat rasa tawakkal kepada Allah ﷻ.

Panduan Mengamalkan Doa Nabi Khidr

Doa Nabi Khidr bisa diamalkan siapa saja sebagai permohonan kelapangan dan jalan keluar dari kesulitan hidup. Agar lebih berkah dan istiqomah, berikut panduan cara mengamalkannya:

  1. Niat yang ikhlas – sebelum membaca doa, hadirkan niat tulus untuk memohon pertolongan Allah, bukan semata-mata menguji doa ini.
  2. Dibaca rutin 30 kali sehari semalam – doa ini bisa dibaca sekaligus atau dibagi di setiap waktu sholat fardhu, yaitu 6 kali setelah selesai sholat.
  3. Disertai adab berdoa – awali dengan membaca basmalah, pujian kepada Allah, sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, lalu bacakan doa Nabi Khidr.
  4. Waktu yang dianjurkan – doa ini bisa dibaca kapan saja, tetapi lebih utama setelah sholat fardhu, di waktu tahajud, atau saat hati sedang gelisah karena masalah.
  5. Khusyuk dan yakin – bacalah dengan penuh harapan, keyakinan akan pertolongan Allah, serta rasa tawakkal bahwa hanya Dia yang mampu melapangkan segala urusan.

Jika diamalkan dengan istiqomah, insyaAllah doa ini menjadi wasilah turunnya rahmat dan kelapangan dari Allah ﷻ.

FAQ Seputar Doa Nabi Khidr

1. Apakah doa Nabi Khidr ada dalam hadits shahih?

Doa ini tidak tercantum dalam hadits shahih, namun dinisbatkan kepada Nabi Khidr dan diamalkan oleh sebagian ulama serta hamba Allah sebagai doa kelapangan (doa faraj). Statusnya sebagai doa ma’tsur masih diperdebatkan, tapi kandungan maknanya baik dan selaras dengan ajaran Islam.

2. Bolehkah doa ini diamalkan setiap hari?

Boleh. Membaca doa ini 30 kali sehari semalam atau dibagi 6 kali setiap selesai sholat fardhu termasuk amalan baik. Namun, jangan dianggap wajib, melainkan sunnah sebagai bentuk tawassul doa.

3. Apa manfaat utama membaca doa Nabi Khidr?

Manfaat utamanya adalah sebagai wasilah doa untuk mendapatkan kelapangan, ketenangan hati, kekuatan iman, serta pertolongan Allah ketika menghadapi kesulitan hidup.

4. Apakah doa ini bisa dibaca untuk orang lain?

Bisa. Doa ini boleh dibaca dengan niat menghadiahkan doa atau memohon pertolongan Allah untuk keluarga, sahabat, maupun sesama muslim yang sedang mengalami kesulitan.

5. Apakah harus dibaca dengan bahasa Arab?

Sebaiknya dibaca dalam bahasa Arab sesuai teks doa. Namun, jika belum mampu, bisa disertai dengan terjemahannya sambil berusaha belajar bacaan Arabnya.

Doa Nabi Khidr atau yang dikenal dengan Doa Faraj menjadi salah satu amalan indah untuk memohon kelapangan, ampunan, dan pertolongan Allah ﷻ. Meski tidak bersumber dari hadits shahih, doa ini sarat makna tauhid, kerendahan hati, dan harapan besar kepada Allah yang Maha Rahman.

Mari jadikan doa ini sebagai wasilah mendekat kepada Allah, dibaca dengan istiqomah, penuh keyakinan, dan hati yang tawakkal. Sebab tiada daya upaya kecuali dengan pertolongan-Nya.

H. Latiful Arif, S.IP, S.Pd
Penulis Eksekutif

H. Latiful Arif, S.IP, S.Pd

Pengasuh Pondok Pesantren Ali Ustman Urek-Urek Gondanglegi Malang Jawa Timur | Pendidikan : Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo Kediri Jawa Timur

Kumpulan Tulisan