by

Kitab Irsyadul Ibad Bab Berbohong

Kitab Irsyadul Ibad

Kajian ke ( 261)

Imam Yafi’i bercerita dari Syekh Abi Abdillah Muhammad bin Muqotil, Syekh Muhammad bin Muqotil berkata; Suatu saat aku sedang berada di sisi Syeh Abdul Qodir al Jilani ra, dan aku bertanya kepadanya; Apakah yg menjadi pijakan /pedoman anda (dalam beribadah)? Syekh Abdul Qodir menjawab; aku berpijak pada kejujuran, aku tidak pernah berbohong, beliau bercerita ;

Suatu saat, pada hari Arofah, ketika aku masih kecil, aku pernah ikut membajak sawah dengan sapi (ngluku/brujul, jawa), lalu sapi nya menoleh kepadaku dan berkata; Kamu diciptakan bukan untuk membajak sawah! Aku kaget dan aku langsung pulang, dan aku melihat ada rombongan yg akan pergi ke Baghdad, lalu aku menemui ibuku dan aku berkata; Ibu… Aku minta izin, aku ingin mondok di Baghdad!
ibuku bertanya; Apa sebabnya?

Lalu aku menceritakan tentang omongan sapi tersebut, dan ibuku menangis dan berkata ; Berangkatlah nak….

Lalu ibuku mengambil uang 80 Dinar dari warisan ayahku dan di bagi dengan saudaraku, dan ibuku memberiku bekal uang sebanyak 40 Dinar dari warisan ayahku itu, dan uang itu di taruh dibawah ketiak ku dan ibuku berpesan;

Nak… yang jujur ya… disegala keadaan! Do’a ibu selalu menyertaimu, semoga Alloh selalu menjagamu! Dan ini kata2 ibuku yg tak pernah aku lupakan sampai hari kiamat.

Lalu aku ikut rombongan berjalan menuju kota Baghdad, ketika kami melewati kota Hamdan, kami di begal oleh penunggang kuda 60 orang, mereka merampas semua milik rombongan, kecuali aku yg tidak diganggu (karena aku masih anak kecil), lalu salah satu dari begal itu menemuiku dan berkata ; Hai anak kecil…. Apa yang kau bawa! Aku menjawab; Uang 40 Dinar! Begal; Dimana uangnya? Aku berkata; Dibawah ketiakku!

Dikira aku bergurau dan dia meninggalkanku, lalu datanglah begal yg lain dan bertanya seperti itu dan aku beri jawaban yg sama.

Dan dua pembegal yg mendatangiku itu bertemu dengan ketua begal dan bercerita dengan ucapanku itu, lalu aku dipanggil menghadap ketua begal, dan para pembegal yg lain sedang membagi hasil rampasan mereka. Mereka berkata kepadaku; Apa yg kau bawa? Aku jawab; Uang 40 Dinar.

Dimana uang itu? Aku jawab; Berada dibawah ketiakku, lalu mereka menggeledahku dan menemukan uang itu, lalu mereka bertanya ; Kenapa engkau mengaku /jujur? Aku menjawab; Ibuku menyuruhku berjanji untuk selalu jujur disegala keadaan, aku tidak akan menghianati janjiku kepada ibuku.

Lalu ketua pembegal itu menangis dan berkata; Kamu tidak berani menghianati janjimu kepada ibumu, sedangkan aku telah menghianati janjiku kepada tuhanku selama sekian tahun.

Lalu ketua begal bertaubat dan di ikuti oleh anak buahnya, anak buahnya berkata kepada sang ketua; Engkau yg memulai mengajak kami untuk membegal, dan sekarang engkau pula yg memulai mengajak kami untuk bertaubat. Akhirnya mereka semua bertaubat dan mengembalikan hasil rampasan kepada rombongan. Mereka lah yg pertama kali bertaubat di hadapanku.

نفعنا الله ببركته وحشرنا فى زمرته

Semoga Alloh memberi manfaat dan keberkahannya kepada kami dan mengumpulkan kita bagian dari golongan Syekh Abdul Qodir al Jilani ra. Aamiin.

irsyad. 261

Yuk membaca Sholawat Nariyah dan Sholawat Jibril bersama-sama di Majelis Kanzul Jannah! Bersama-sama membaca sholawat dari Indonesia, Malaysia, dll. Gabung sekarang dengan mengklik tautan ini.