by

Kitab Irsyadul Ibad Bab Tentang Menanggung Anak Yatim, Mengasihi dan Menafkahi Para Janda

Kitab Irsyadul Ibad

Kajian ke (329)

Al kisah/Hikayat

Ada sebagian dari habaib /Bani Alawiy yang kaya dan beliau mempunyai beberapa anak perempuan, lalu habib itu wafat dan meninggalkan istri/syarifah dan beberapa anak perempuan, lama kelama’an mereka jatuh miskin, supaya tidak menjadi bahan olok’an masyarakat sekitar, akhirnya mereka pindah dan mampir di masjid yang kosong, setelah anak-anaknya istirahat, syarifah ini keluar dengan sembunyi-sembunyi untuk mencari makan, lalu beliau mampir di rumahnya pejabat yang kaya yg beragama islam, beliau mengenalkan dan menceritakan keadaan dirinya suapaya di beri makanan, dan pejabat tersebut tidak percaya dan meminta bukti kalau dia memang seorang syarifah dan dia mengusirnya.

Lalu syarifah tersebut berlalu meninggalkan pejabat tersebut dengan hati yang susah karena tidak mendapatkan makanan, lalu beliau bertemu dengan kafir majusi dan beliau mengenalkan dan menceritakan keadaan dirinya dan kafir majusi ini mempercayainya, lalu majusi itu menyuruh istrinya supaya menjemput anak-anaknya syarifah tersebut supaya diajak tinggal di rumahnya dan majusi itu memulyakan syarifah tersebut.

Lalu di waktu malam, pejabat yang mengusir syarifah tersebut bermimpi seakan-akan telah kiamat dan dia melihat Nabi ﷺ sedang membawa bendera dan berada di sisi rumah mewah, dan pejabat itu bertanya “Ya Rasulalloh… untuk siapa rumah mewah tersebut?

Nabi ﷺ menjawab “Untuk laki-laki yang islam.

Pejabat itu berkata “Saya orang islam yang taat.

Nabi bersabda “Mana buktinya?

Pejabat itu kebingungan dan pejabat itu menceritakan tentang syarifah yang telah diusirnya, dan dia terbangun serta merasa sangat kesusahan.

Dipagi harinya, dia bertanya-tanya tentang keberadaan syarifah tersebut dan di beritahu bahwa syarifah itu berada di rumahnya kafir majusi.

Pejabat itu mendatangi rumah kafir majusi itu dan berkata; Serahkan syarifah beserta anaknya kepadaku, kamu aku beri uang 1000 Dinar!

Majusi “Tidak akan aku serahkan mereka kepadamu, karena aku telah memperoleh keberkahannya, aku yang berhak atas rumah mewah di dalam mimpi tersebut!

Pejabat itu berkata “Kamu bukan orang islam!

Majusi “Sejak syarifah itu menginap di rumahku, aku dan keluargaku telah masuk islam dihadapan nya, dan aku juga bermimpi sama dengan mimpimu, dan Nabi ﷺ bersabda “Apakah syarifah dan anak-anaknya berada di rumahmu?
majusi “Iya ya Rasul..

Nabi ﷺ bersabda “Rumah mewah ini untukmu dan keluargamu.”

Mudah-mudahan kita selalu berbaik sangka dan berbuat baik dengan siapapun tanpa memandang status. Aamiin.

irsyad. 329

Penasehat Majelis Ta'lim dan Sholawat Kanzul Jannah Indonesia Malaysia dan Brunei Darussalam

Yuk membaca Sholawat Nariyah dan Sholawat Jibril bersama-sama di Majelis Kanzul Jannah! Bersama-sama membaca sholawat dari Indonesia, Malaysia, dll. Gabung sekarang dengan mengklik tautan ini.