Jadwal Sholat Hari Ini

Menerjemahkan

Harap tunggu sebentar...

Terjemah Kitab Fathul Mu’in Bab Pendahuluan (Lengkap + Penjelasan Ringkas)

Terjemah Kitab Fathul Mu’in Bab Pendahuluan

Bagian 1

Kanzanesia.com — ﻣﻘﺪﻣﺔ

Muqaddimah (Pendahuluan)

ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

(اﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ اﻟﻔﺘﺎﺡ)

Segala puji bagi Allah, yang banyak membuka rahmatnya,

أى على كون البسملة المفتتح بها كل الكتب المنزلة لم تكن بهذا اللفظ العربى اه مؤلف

yakni karena adanya basmalah yang dijadikan pembuka bagi semua kitab yang diturunkan (seperti basmalah yang ada di kitab taurat, zabur dan injil), tidaklah menggunakan lafaz Arab seperti ini – pernyataan dari pengarang kitab.

اﻟﺠﻮاﺩ اﻟﻤﻌﻴﻦ ﻋﻠﻰ اﻟﺘﻔﻘﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻳﻦ ﻣﻦ اﺧﺘﺎﺭﻩ ﻣﻦ اﻟﻌﺒﺎﺩ

Yang Maha Pemurah, yang memberi pertolongan untuk memahami agama kepada siapa saja yang Dia pilih dari hamba-hamba-Nya.

ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﻻ ﺇﻟﻪ اﻟﻠﻪ ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺗﺪﺧﻠﻨﺎ ﺩاﺭ اﻟﺨﻠﻮﺩ

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dengan kesaksian yang memasukkan kami ke dalam negeri keabadian (surga).

ﻭﺃﺷﻬﺪ ﺃﻥ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪا ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﺎﺣﺐ اﻟﻤﻘﺎﻡ اﻟﻤﺤﻤﻮﺩ

Dan aku bersaksi bahwa junjungan kami Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, yang memiliki derajat yang terpuji.

ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ اﻷﻣﺠﺎﺩ

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau, serta kepada keluarga dan para sahabatnya yang mulia.

ﺻﻼﺓ ﻭﺳﻼﻣﺎ ﺃﻓﻮﺯ ﺑﻬﻤﺎ ﻳﻮﻡ اﻟﻤﻌﺎﺩ

Shalawat dan salam yang dengannya aku berharap memperoleh keberuntungan pada hari kembali kepada Allah (hari kiamat).

(ﻭﺑﻌﺪ) ﻓﻬﺬا ﺷﺮﺡ ﻣﻔﻴﺪ ﻋﻠﻰ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻤﺴﻤﻰ ﺑﻘﺮﺓ اﻟﻌﻴﻦ ﺑﻤﻬﻤﺎﺕ اﻟﺪﻳﻦ

Dan setelah basmalah, hamdalah, sholawat dan salam. Maka ini adalah syarah (penjelasan) yang bermanfaat atas kitabku yang bernama “Qurratul ‘Ain bi Muhimmatid Din” (artinya: penentram hati dengan cakupan tentang perkara-perkara penting agama).

ﻳﺒﻴﻦ اﻟﻤﺮاﺩ ﻭﻳﺘﻤﻢ اﻟﻤﻔﺎﺩ ﻭﻳﺤﺼﻞ اﻟﻤﻘﺎﺻﺪ ﻭﻳﺒﺮﺯ اﻟﻔﻮاﺋﺪ

Dengan syarah yang dapat menjelaskan maksud, menyempurnakan manfaat, mengantarkan kepada tujuan, dan menampakkan faedah-faedahnya.

(ﻭﺳﻤﻴﺘﻪ) ﺑﻔﺘﺢ المعين ﺑﺸﺮﺡ ﻗﺮﺓ اﻟﻌﻴﻦ ﺑﻤﻬﻤﺎﺕ اﻟﺪﻳﻦ

Aku (penulis kitab syarah ini) menamainya dengan “Fathul Mu’in” sebagai penjelasan kitab “Qurratil ‘Ain bi Muhimmatid Din” (Penyejuk Mata dalam Perkara-perkara Penting Agama).

ﻭﺃﻧﺎ ﺃﺳﺄﻝ اﻟﻠﻪ اﻟﻜﺮﻳﻢ اﻟﻤﻨﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﻌﻢ اﻻﻧﺘﻔﺎﻉ ﺑﻪ ﻟﻠﺨﺎﺻﺔ ﻭاﻟﻌﺎﻣﺔ ﻣﻦ اﻹﺧﻮاﻥ

Aku memohon kepada Allah Yang Maha Mulia dan Yang Maha Pemberi Anugerah agar manfaatnya menyebar kepada kalangan khusus maupun umum dari para saudara muslim.

ﻭﺃﻥ ﻳﺴﻜﻨﻨﻲ ﺑﻪ اﻟﻔﺮﺩﻭﺱ ﻓﻲ ﺩاﺭ الاﻣﺎﻥ

Dan agar Allah menempatkanku dengannya di surga Firdaus yaitu negeri kedamaian.

ﺇﻧﻪ ﺃﻛﺮﻡ ﻛﺮﻳﻢ ﻭﺃﺭﺣﻢ ﺭﺣﻴﻢ

Sesungguhnya Dia adalah Dzat yang paling mulia dan paling penyayang.

Penjelasan Penerjemah

Fatḥ al-Muʿīn (Fathul Mu’in) adalah kitab fikih yang menjadi kunci pembuka pemahaman syariat Islam, dengan izin dan pertolongan dari Allah Yang Maha Penolong.

Nama kitab ini menggunakan struktur bahasa Arab yang disebut idhafah (susunan gramatikal “kata sandaran”), yaitu penyandaran satu kata ke kata lainnya. Dalam hal ini:

“Fatḥ” (فتح) artinya pembukaan atau kunci, berperan sebagai mudhaf (kata yang disandarkan),

“al-Muʿīn” (المعين) artinya Sang Maha Penolong, sebagai mudhaf ilaih (kata yang menjadi sandaran).

Secara tata bahasa Arab (ilmu nahwu), bentuk idhafah ini mengandung makna “min” (dari), sehingga secara maknawi dapat diterjemahkan sebagai:

“Pembukaan dari Sang Maha Penolong”, yakni dari Allah.

Dalam ilmu logika (ilmu mantiq), makna nama kitab ini bisa dianalisis melalui:

Makna Lafdziyah (dalālah lafẓiyyah): makna yang tersurat dari lafaz-lafaz dalam nama kitab, yaitu pembukaan dari Sang Maha Penolong.

Makna Aqliyah (dalālah ‘aqliyyah): makna yang dipahami oleh akal melalui hubungan antara lafaz, yaitu bahwa pembukaan (kunci ilmu) adalah hasil dari pertolongan Allah.

Sementara dalam ilmu balaghah (retorika Arab), penyandaran kata “pembukaan” kepada “al-Muʿīn” menunjukkan kemuliaan dan pengagungan (disebut tasyrīf li al-awwal) terhadap kata pertama karena disandarkan kepada Nama Allah, yaitu bentuk penguatan makna spiritual dan kehormatan dari kalimat tersebut.

Dengan demikian, Fathul Mu’in bukan hanya judul, tapi sebuah pengantar maknawi bahwa setiap pencarian ilmu akan terbuka dengan pertolongan Allah. Sebuah isyarat bahwa kitab ini ditulis dengan niat dan doa, agar pembacanya mendapat ilmu yang bermanfaat dan pertolongan dalam mengamalkannya.

Terjemah Kitab Fathul Mu’in Bab Pendahuluan Bagian 1

Maulana Muhammad Faishol
Penulis Eksekutif

Maulana Muhammad Faishol

Majelis Ta'lim dan Sholawat Kanzul Mubtadi-ien. Pendidikan: Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur

Kumpulan Tulisan