Terjemah Kitab Fathul Mu’in Bab Pendahuluan (Lengkap + Penjelasan Ringkas)
Terjemah Kitab Fathul Mu’in Bab Pendahuluan Bagian 2
Kanzanesia.com — (ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ)
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
ﺃﻱ: ﺃﻭﻟﻒ: ﻭاﻻﺳﻢ ﻣﺸﺘﻖ ﻣﻦ اﻟﺴﻤﻮ ﻭﻫﻮ اﻟﻌﻠﻮ ﻻ ﻣﻦ اﻟﻮﺳﻢ ﻭﻫﻮ اﻟﻌﻼﻣﺔ
Artinya: Aku memulai (penyusunan ini), dan kata ism (nama) yang terdapat pada lafadz basmalah berasal dari sumuww yang berarti ketinggian, bukan dari wasm yang berarti tanda
ﻭاﻟﻠﻪ: ﻋﻠﻢ ﻟﻠﺬاﺕ اﻟﻮاﺟﺐ اﻟﻮﺟﻮﺩ و أصله اله ﻭﻫﻮ اﺳﻢ ﺟﻨﺲ ﻟﻜﻞ ﻣﻌﺒﻮﺩ ﺛﻢ ﻋﺮﻑ ﺑﺄﻝ ﻭﺣﺬﻓﺖ اﻟﻬﻤﺰﺓ ﺛﻢ اﺳﺘﻌﻤﻞ ﻓﻲ اﻟﻤﻌﺒﻮﺩ ﺑﺤﻖ ﻭﻫﻮ اﻻﺳﻢ اﻷﻋﻈﻢ ﻋﻨﺪ اﻷﻛﺜﺮ ﻭﻟﻢ ﻳﺴﻢ ﺑﻪ ﻏﻴﺮﻩ ﻭﻟﻮ ﺗﻌﻨﺘﺎ
Dan Allah adalah nama khusus bagi Zat yang wajib ada, maksudnya: Zat yang keberadaan-Nya tidak bergantung pada apapun dan tidak diciptakan. Kata “Allah” berasal dari kata “ilah”, yang artinya sesembahan atau Tuhan. Kata “ilah” ini awalnya digunakan untuk menyebut segala sesuatu yang disembah. Lalu diberi “al” sebagai tanda bahwa ini adalah Tuhan yang pasti, benar, dan satu-satunya yang berhak disembah. Huruf hamzah di awal kata dihilangkan dalam penggunaannya. Sejak saat itu, kata “Allah” hanya dipakai untuk menyebut Tuhan yang sebenarnya. Menurut kebanyakan ulama, “Allah” adalah nama yang paling agung (Ismul A’dzom), dan tidak ada makhluk pun yang boleh memakai nama ini secara utuh, walaupun hanya untuk menantang atau iseng.
Tambahan keterangan dari penerjemah:
Disebutkan dalam kitab I’anatuth Thalibin (syarah Fathul Mu’in), bahwa pernah ada seorang wanita yang menamai anaknya dengan nama “Allah”. Akibatnya, anak tersebut tersambar petir dan terbakar (na’udzubillah min dzalik). Maka, memberi nama hanya dengan “Allah” sangat tidak diperbolehkan. Namun, kalau ditambahkan dengan kata lain seperti “Abdullah” (yang berarti “hamba Allah”), itu justru sangat baik dan dianjurkan. Yang dilarang adalah menggunakan nama “Allah” tanpa tambahan apapun.
ﻭاﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ ﺻﻔﺘﺎﻥ ﺑﻨﻴﺘﺎ ﻟﻠﻤﺒﺎﻟﻐﺔ ﻣﻦ ﺭﺣﻢ ﻭاﻟﺮﺣﻤﻦ ﺃﺑﻠﻎ ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ ﻷﻥ ﺯﻳﺎﺩﺓ اﻟﺒﻨﺎء ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺯﻳﺎﺩﺓ اﻟﻤﻌﻨﻰ ﻭﻟﻘﻮﻟﻬﻢ: ﺭﺣﻤﻦ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻵﺧﺮﺓ ﻭﺭﺣﻴﻢ اﻵﺧﺮﺓ
Ar-Rahman dan Ar-Rahim adalah dua sifat yang dibentuk dalam bentuk mubalaghah (penekanan makna) dari kata rahima (kasih sayang). Ar-Rahman lebih kuat maknanya daripada Ar-Rahim, karena tambahan bentuk menunjukkan tambahan makna. Seperti kata para Ulama: “Ar-Rahman adalah penyayang di dunia dan akhirat, sedangkan Ar-Rahim adalah penyayang di akhirat saja.”
Tambahan keterangan dari penerjemah:
Disebutkan dalam I’anatuth Thalibin (syarah Fathul Mu’in), mengutip dari Syarah Asmaul Husna, bahwa dua nama Allah: Ar-Rahman dan Ar-Rahim, memiliki keistimewaan-keistimewaan khusus. Di antaranya:
1. Amalan Hari Jumat yang Mustajab dari Nabi Khidhir ‘alaihissalam
Diriwayatkan dari Nabi Khidhir ‘alaihissalam:
Barangsiapa yang mengucapkan dengan penuh harap dan cinta, antara Ashar dan Maghrib di hari Jumat:
“Yaa Allah, Yaa Rahman”,
hingga matahari terbenam, lalu memohon sesuatu kepada Allah—baik untuk dunia maupun akhirat—
maka Allah akan mengabulkan hajatnya.
2. Untuk yang Sakit dan Lelah
Jika nama Ar-Rahim ditulis sebanyak 21 kali di atas selembar kertas, lalu digantungkan pada orang yang sakit kepala,
maka dengan izin Allah, rasa sakit itu akan sembuh.
3. Untuk yang Tak Sadar dan Tak Berdaya
Jika nama Ar-Rahim ditulis di telapak tangan orang yang pingsan, lalu dibisikkan ke telinganya sebanyak 7 kali,
maka ia akan siuman seketika, dengan izin dan kasih sayang Allah ta’ala.
Terjemah Kitab Fathul Mu’in Bab Pendahuluan Bagian 2
Maulana Muhammad Faishol
Majelis Ta'lim dan Sholawat Kanzul Mubtadi-ien. Pendidikan: Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur
Kumpulan Tulisan