Ngaji Bulan Ramadlan: Menyambut Keberkahan di Bulan Mulia
Kanzanesia.com — Ngaji Bulan Ramadlan Hari Ke 6
kitab Taqrib
وَمَنْ وَطِئَ فِى نَهَارِ رَمَضَانَ عَامِدًا فِى الفَرْجِ فَعَلَيْهِ القَضَاءُ وَالكَفَارَةُ وَهِيَ عِتْقُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ ،فَاِنْ لَمْ يَجِدْهَا فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ ،فَاِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَاِطْعَامُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًا لِكُلِّ مِسْكِيْنٍ مُدٌّ
Barang siapa melakukan hubungan suami istri di waktu siang pada bulan Romadlon dengan sengaja pada farji, maka dia berkewajiban mengqodlo’ nya dan wajib membayar kafarat (denda), kafaratnya yaitu:
~ Memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Jika tidak mampu, maka wajib:
~ Melaksanakan puasa dua bulan berturut turut. jika tidak mampu, maka wajib:
~ Memberi makan kepada 60 orang miskin, setiap orang miskin sebanyak satu mud (berupa beras sebanyak 679,79 gram / 7 ons kurang sedikit).
وَمَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ مِنْ رَمَضَانَ اُطْعِمَ عَنْهُ لِكُلِّ يَوْمٍ مَدٌّ
Barang siapa meninggal dunia, dan dia mempunyai hutang puasa Romadlon, maka wajib memberi makan sebagai gantinya (diambilkan dari harta tinggalannya). Setiap satu harinya yaitu satu mud makanan (berupa beras sebanyak 679,79 gram / 7 ons kurang sedikit).
وَالشَّيْخُ وَالعَجُوْزُ وَالمَرِيْضُ الذى لا يُرْجَى بُرْؤُهُ اِنْ عَجَزَ كُلٌّ مِنْهُمْ عَنِ الصَّوْمِ يُفْطِرُ وَيُطْعِمُ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مُدًّا
Bagi:
~ Orang laki-laki/ perempuan yang sudah tua, dan
~ Orang yang sakit keras yang tidak ada harapan untuk sembuh:
Jika mereka tidak mampu untuk berpuasa, maka baginya boleh untuk tidak berpuasa, dan diganti dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan setiap harinya satu mud (berupa beras sebanyak 679,79 gram / 7 ons kurang sedikit). Seumpama setelah membayar fidyah mereka sembuh/mampu berpuasa, maka tidak wajib mengqodlo’nya.
ktb taqrib
K. Muhammad Anas
Penasehat Majelis Ta'lim dan Sholawat Kanzul Mubtadiin International Pendidikan Pondok Pesantren Kwagean Kediri
Kumpulan Tulisan