Ngaji Bulan Ramadlan: Menyambut Keberkahan di Bulan Mulia
Kanzanesia.com — Ngaji Ramadlan Hari Ke 8
Tentang Hukumnya Menelan Ludah, dahak ketika Berpuasa
1. Menelan ludah tidak membatalkan puasa dengan 3 syarat:
~ Ludahnya bersih.
~ Suci.
~ Masih berada di dalam mulut.
Jika sudah keluar ke bibir terus ditelan maka membatalkan puasa.
2. Menelan dahak atau glege’en (bersendawa), jika sudah berada di mulut terus ditelan maka membatalkan puasa, jika masih didalam tenggorokan dan belum ke mulut terus ditelan, maka tidak membatalkan puasa.
3. Suntik di waktu berpuasa hukumnya boleh karena darurat. Apakah suntik itu membatalkan puasa?
Ada dua pendapat:
~ Membatalkan puasa
~ Tidak membatalkan puasa, karena lewat lubang yg tidak terbuka (yang terbuka seperti mulut, hidung, dll). Tapi jika suntik itu mengenyangkan (seperti infus) maka membatalkan puasa.
4. Air yang terlanjur masuk ke dalam perut tanpa sengaja, jika karena mandi wajib (mandi junub) atau sunah (mandi jum’at), maka tidak membatalkan puasa jika mandinya tidak selulup (berendam). Jika selulup maka membatalkan.
Jika kemasukan air itu bukan karena mandi wajib atau sunah (seperti mandi supaya segar) maka membatalkan puasa, dengan selulup atau tidak.
Sedangkan kemasukan air ketika berkumur didalam wudlu, jika berkumurnya berlebih-lebihan terus kemasukan air, maka batal puasanya, jika tidak berlebihan maka tidak batal.
Hukum Mencium Istri ketika Puasa
Jika menciumnya dengan syahwat maka haram, jika tidak syahwat maka kurang baik.
Dan tidak membatalkan puasa kecuali sampai keluar sperma karenanya (gak bahaya ta?)
(كتاب تقريرات السديدة. ص ٤٥٢ )
K. Muhammad Anas
Penasehat Majelis Ta'lim dan Sholawat Kanzul Mubtadiin International Pendidikan Pondok Pesantren Kwagean Kediri
Kumpulan Tulisan