Jadwal Sholat Hari Ini

Menerjemahkan

Harap tunggu sebentar...

Siapa Itu Mbah Sogol dan Mengapa Nama Gondanglegi Terhubung Dengannya?

Kanzanesia.com — Mbah Sogol dikenal sebagai tokoh sejarah yang membuka dan menyebarkan ajaran Islam di wilayah Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada awal abad ke-18, sekaligus memengaruhi penamaan tempat tersebut karena peristiwa legendaris buah gondang yang menjadi legi (manis).

Kisah Mbah Sogol menjadi bagian penting dalam sejarah ziarah dan makam para ulama di Malang. Cerita beliau melengkapi narasi para waliyullah yang lebih lengkap bisa dibaca di โ€œMakam Waliyullah di Malang: Permata Spiritual yang Dalamโ€.

Latar Belakang โ€” Mbah Sogol Sebagai Tokoh Penyebar Islam

  • Asal & Perjalanan: Dipercaya sebagai salah satu laskar perang Pangeran Diponegoro yang berpindah ke timur usai Perang Jawa (1825โ€“1830). Ia tiba di wilayah yang kini disebut Gondanglegi bersama rombongan kecil.
  • Penyebaran Islam: Beliau dikenal sebagai babat alas, membuka hutan belantara dan mendirikan musala awal yang kelak berkembang menjadi Masjid Al-Kautsar di Gondanglegi Wetan.
  • Karakternya di Mata Masyarakat: Cerita rakyat menyebut beliau sebagai tokoh spiritual yang mengajarkan agama dan akhlak kepada penduduk setempat.

Cerita Nama Gondanglegi

Nama Gondanglegi berasal dari bahasa Jawa: gondang (buah gondang) dan legi (manis). Konon, buah yang biasanya pahit berubah menjadi manis setelah disentuh oleh Mbah Sogol, sehingga tempat itu dikenal sebagai Gondanglegi.

Makam Mbah Sogol dan Perubahan Lokasi

Awalnya makam Mbah Sogol terletak di kawasan Pasar Gondanglegi. Namun karena beberapa kebakaran yang melanda pasar tersebut, makam itu dipindahkan ke pemakaman umum di Jalan Hayam Wuruk, Gondanglegi Wetan.

Perspektif Keagamaan dan Penjelasan Ulama

Dari sudut pandang Islam, ustadz dan ulama menerangkan bahwa ziarah makam tokoh ilmu dan Islam seperti Mbah Sogol dapat dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada Allah untuk kebaikan umat, bukan sebagai permintaan kepada makam itu sendiri.

  • Mendoakan orang yang sudah meninggal, memohon ampunan bagi mereka.
  • Mengambil teladan kebaikan, seperti keteladanan dalam menyebarkan agama.
  • Menguatkan iman diri, bukan mencari berkah selain dari Allah.

Tradisi Haul dan Grebeg Mbah Sogol

Haul Mbah Sogol digelar setiap tanggal 10 Muharram, diikuti oleh masyarakat setempat dengan kirab budaya dan doa bersama di makamnya sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau dalam sejarah wilayah tersebut.

Dampak dan Warisan

  • Masjid Al-Kautsar di Gondanglegi Wetan sebagai bukti awal dakwah beliau.
  • Tradisi haul dan grebeg tahunan yang menjadi identitas masyarakat setempat.
  • Cerita rakyat yang memperkaya sejarah Islam di Jawa Timur, terutama penyebaran agama oleh tokoh lokal.

Sejarah, Ziarah, dan Tradisi Mbah Sogol

Apa Mbah Sogol termasuk waliyullah menurut ulama?

Dalam tradisi lokal, beliau dihormati sebagai tokoh penyebar Islam; klasifikasi sebagai waliyullah tergantung pada kriteria ilmiah dan sanad yang digunakan ulama, tetapi banyak masyarakat melihat jasa beliau dalam penyebaran Islam setempat.

Bolehkah berziarah ke makam beliau?

Ziarah makam tokoh Islam diperbolehkan selama niatnya benar (mendoakan almarhum, memohon ampunan dari Allah) dan bukan bermaksud meminta bantuan dari makam tersebut.

Mbah Sogol adalah tokoh penting dalam sejarah Islam di Gondanglegi yang memberi nama dan makna pada wilayah tersebut, serta menjadi bagian dari tradisi spiritual Jawa Timur. Kisah beliau memperkaya pemahaman tentang penyebaran agama Islam di nusantara, dan makamnya kini menjadi bagian dari jalinan sejarah keagamaan yang dirayakan masyarakat setiap tahun.

H. LatifulAArif, S.IP, S.Pd - Pondok Pesantren Ali Ustman Urek Urek Gondanglegi

Ditulis oleh


H. Latiful Arif, S.IP, S.Pd

Pondok Pesantren Ali Ustman Urek Urek Gondanglegi โ€“ Malang, Jawa Timur
Pendidikan: Pondok Pesantren Lirboyo โ€“ Kediri, Jawa Timur

H. Latiful Arif, S.IP, S.Pd
Penulis Eksekutif

H. Latiful Arif, S.IP, S.Pd

Pengasuh Pondok Pesantren Ali Ustman Urek-Urek Gondanglegi Malang Jawa Timur | Pendidikan : Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Lirboyo Kediri Jawa Timur

Kumpulan Tulisan