Jadwal Sholat Hari Ini

Menerjemahkan

Harap tunggu sebentar...

Terjemahan Lengkap Syi’ir Mitro Sejati Bab Budi Pekerti Karya KH. Bisri Mustofa

Naskah teks Syi'ir Mitro Sejati karya KH Bisri Mustofa dalam bahasa Jawa beserta terjemahan bahasa Indonesia tentang akhlak.

Kanzanesia.com — Salah satu karya monumental yang hingga kini masih sangat relevan adalah kitab Mitro Sejati karangan ulama kharismatik asal Rembang, KH. Bisri Mustofa. Karya ini merangkum berbagai sendi kehidupan, dengan fokus paling krusial yang sangat relevan untuk era modern: pendidikan budi pekerti, akhlak, dan moral. Melalui tulisan ini, KH. Bisri Mustofa menggunakan bahasa Jawa yang merakyat untuk menanamkan adab, sopan santun, dan nilai-nilai luhur agar mudah dicerna oleh berbagai kalangan. Nilai-nilai tersebut menguraikan sikap dan perilaku manusia dalam empat ruang lingkup utama:

  • Hubungan dengan Tuhan: Menjalankan ajaran agama dengan penuh keikhlasan, rasa syukur, dan kesabaran.
  • Hubungan dengan Diri Sendiri: Menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan sikap rendah hati.
  • Hubungan dengan Sesama Manusia: Menerapkan sopan santun, tenggang rasa, empati, serta semangat gotong royong.
  • Hubungan dengan Lingkungan: Menjaga kebersihan dan kelestarian alam sekitar secara bijak.

Seluruh nilai luhur tersebut berpijak pada kesadaran moral yang diwujudkan secara nyata dalam tindakan sehari-hari.

Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, tidak semua generasi saat ini masih menguasai ragam bahasa Jawa yang digunakan dalam syi’ir tersebut. Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk mengupas tuntas dan menyajikan terjemahan bahasa Indonesia per bait dari awal sampai akhir, khusus untuk kitab Mitro Sejati. Mari selami bersama kedalaman makna dan pesan moral dari sang Kyai yang dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan keseharian.

Terjemahan Lengkap Syi’ir Mitro Sejati: Menjelaskan Bab Budi Pekerti (Per Bait)

Berikut adalah teks asli bahasa Jawa dari Syi’ir Mitro Sejati karya KH. Bisri Mustofa beserta terjemahan bahasa Indonesia per bait untuk memudahkan Anda meresapi maknanya.

MUQODIMAH

“Iki Siir bagus banget di megerti # Dulur kabeh lanang wadun kang gemathi”

Artinya: Syi’ir ini sangat bagus untuk dipahami # Oleh semua saudara laki-laki dan perempuan yang peduli.

“Sebab ki siir ngandarake duko # Toto kromo sertho budhi kang prayogo”

Artinya: Sebab syi’ir ini menjelaskan tentang # Tata krama serta budi pekerti yang baik.

“Iki mongso akeh banget wong kang lali # Ora keroso laku doso bola bali”

Artinya: Di zaman ini sangat banyak orang yang lupa # Tidak terasa berbuat dosa berkali-kali.

“Akeh bocah podo rusak pekertine # Mergo sangking pergaulan bendidane”

Artinya: Banyak anak yang rusak budi pekertinya # Disebabkan oleh pergaulan sehari-hari.

“Nganti ora podo open ing agomo # Ora mendo di tuturi ibu romo”

Artinya: Sampai-sampai mereka tidak peduli pada agama # Tidak mau menurut dinasihati ibu bapaknya.

“Tahanane banjur wani ing wong sepuh # Yen dilingake malah bales misuh”

Artinya: Keadaannya lalu berani kepada orang tua # Jika diingatkan malah membalas dengan umpatan.

“Mugo siir iki biso migunani # Marang ingkang mahus ugi kang mirsani”

Artinya: Semoga syi’ir ini bisa bermanfaat # Bagi yang membaca maupun yang memperhatikan.

BAB I: KAMANUNGSAAN

“Saben wong urip mesthi butuh liyan # Sebab lamun ijen temtu ora mangan”

Artinya: Setiap orang hidup pasti membutuhkan orang lain # Sebab jika sendirian tentu tidak akan bisa makan.

“Badhe dahar butuh wongkang adang sekul # Wongkang nutu lan kang tandur lan kang macul”

Artinya: Mau makan butuh orang yang menanak nasi # Orang yang menumbuk, menanam, dan mencangkul.

“Ngango kelambi butuh wong kang motongi # Wongkang jahit nenun nganti rino wengi”

Artinya: Memakai baju butuh orang yang memotong kain # Orang yang menjahit dan menenun hingga siang malam.

“Mulo kudhu duwe roso kemanungsan # Ojo arep urip dewe kumpul macan”

Artinya: Maka dari itu harus punya rasa kemanusiaan # Jangan mau hidup sendiri berkumpul dengan harimau.

BAB II: SIKAPE ANAK MARANG BAPAK

“Kawit cilik bapak iro mikiraken # Nasib iro abot payah gak di reken”

Artinya: Sejak kecil bapakmu selalu memikirkan # Nasibmu, berat dan lelah tidak dihiraukan.

“Mangan Ngombe nyandang kabeh butuh iro # Di cukupi bapak ugo gaji iro”

Artinya: Makan, minum, pakaian, dan semua kebutuhanmu # Dicukupi oleh bapak juga biaya hidupmu.

“Mulo wajib di bekteni ojo nganti # Nulayani mundak gethun yen wes mati”

Artinya: Maka wajib berbakti jangan sampai # Menentang, nanti menyesal jika beliau sudah meninggal.

BAB III: SIKAPE ANAK MARANG IBU

“Payah opo kang di songgo dening ibu # Ngandut sango ulan nuli dadi babu”

Artinya: Betapa lelahnya beban yang disangga oleh ibu # Mengandung sembilan bulan lalu menjadi pelayan merawatmu.

“Anyusuni anyewoki angadusi # Isik-isik rino wengi tanpo risi”

Artinya: Menyusui, menceboki, memandikan # Mengelus-elus siang malam tanpa merasa jijik.

“Mulo siro ojo lali males budi # Ojo wani mundak wani yang widi”

Artinya: Maka kamu jangan lupa membalas budi # Jangan berani (durhaka) karena berarti menentang Tuhan.

BAB IV: SIKAPE RAKYAT MARANG PEMERINTAH

“Kito ngerti yen pemerintah kito iku # Ngatur marang samubarang tindak laku”

Artinya: Kita mengerti bahwa pemerintah kita itu # Mengatur segala tindak laku masyarakat.

“Wongkang dholim kampak begal di adili # Kabeh kepentingan umum di perduli”

Artinya: Orang yang zalim, perampok, begal diadili # Semua kepentingan umum dipedulikan.

“Kasehatan kemekmuran keamanan # Pendidikan pengajaran keretek dalan”

Artinya: Kesehatan, kemakmuran, keamanan # Pendidikan, pengajaran, hingga jembatan dan jalan.

“Kabeh mau di openei lan di toto # Kanggo kepentingan kito podo roto”

Artinya: Semua itu dirawat dan ditata # Untuk kepentingan kita merata bersama.

“Mulo kito tunduk ora mampang # Lan bantu keben ora do gampang.”

Artinya: Maka kita harus tunduk tidak menentang # Dan membantu agar semua urusan menjadi lancar.

BAB V: SIKAPE MURID MARANG GURU

“Sebab Guru siro bodo dadi pinter # Siro asor dadi pangkat kanthi bener”

Artinya: Sebab gurulah kamu yang bodoh menjadi pintar # Kamu yang di bawah mendapat derajat yang benar.

“Mulo siro wajib hormat marang Guru # Luwih –luwih guru ngaji kang di tiru”

Artinya: Maka kamu wajib hormat kepada guru # Lebih-lebih guru ngaji (agama) yang menjadi teladan.

BAB VI: SIKAPE KITHO MARANG KONCO

“Karo konco kita kudhu tepo seliro # Lamun kumpul kudhu duwe kiro –kiro”

Artinya: Kepada teman kita harus tenggang rasa # Jika berkumpul harus punya perkiraan (menjaga perasaan).

“Adab Toto-toto sertho budi kang perayu go # Di tetepi ojo ora duwe dugo”

Artinya: Adab, tata krama, serta budi pekerti yang baik # Harus ditepati jangan sampai tidak punya etika.

BAB VII: WERNANE TOTO KROMO

“Toto Kromo iku akeh Tuladhane # Koyo temen aris demen negarane”

Artinya: Tata krama itu banyak contohnya # Seperti bersikap jujur, bijaksana, dan mencintai negaranya.

“Ojo ahli bukak wadi serto ojo# Kumaluhur tumindak kang persojo”

Artinya: Jangan suka membuka rahasia orang serta jangan # Sombong, bertindaklah yang bersahaja.

“Golek konco kang utomo ngerti Bagus # Ojo koyo bocah-bocah gemagus.”

Artinya: Carilah teman yang utama dan mengerti kebaikan # Jangan seperti anak-anak yang sok jago dan sok tampan.

BAB VIII: ADABE NGERUAKE GUNEMANNE WONG

“Lamun siro diomonngi deneng liyan # Kudu madep lan mirengake kanag temenan”

Artinya: Jika kamu diajak bicara oleh orang lain # Harus menghadap dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

“Lamun siro siro hajat takon kudu ganti # Yen wus rampung ngendikane kanthi titi”

Artinya: Jika kamu hendak bertanya tunggulah giliran # Jika ia sudah selesai bicara dengan tuntas.

“Lamun siro di takoni ojo pisan # Siro lancang jawab koyo wongkang brangasan”

Artinya: Jika kamu ditanya jangan sekali-kali # Kamu lancang menjawab seperti orang yang kasar.

BAB IX: TOTO KRAMANE GUNEMAN

“Lamun siro omong iku kudu manis # Ojo kasar ojo rewel lan ceriwis”

Artinya: Jika kamu berbicara itu harus manis # Jangan kasar, jangan rewel, dan jangan cerewet.

“Tembung iro ojo ono kang natoni # Ring atine liyan mundak di di waneni”

Artinya: Perkataanmu jangan ada yang melukai # Di hati orang lain, nanti kamu akan dilawan/dimusuhi.

“Ojo arang banget ojo rikat banget # Nanging kang macana kebeb do semangat”

Artinya: Bicaranya jangan terlalu pelan, jangan terlalu cepat # Tetapi yang jelas agar yang mendengar menjadi semangat.

BAB X: CARANE SESERAWONGAN KANG BAGUS

“Kabeh Konco mesthi bakal podo hormat # Yen sesrawungo niro karo konco hebat”

Artinya: Semua teman pasti akan menaruh hormat # Jika cara bergaulmu dengan teman itu hebat.

“Rahi ajer gunemane alus lemes # Andap asor tingkah laku sarwo gandes”

Artinya: Wajah ramah, bicaranya halus dan lembut # Rendah hati, dan tingkah lakunya luwes.

“Maring siro podo demen podo lumbang # Pungkasane barang angel dadi gampang”

Artinya: Kepadamu semua akan suka dan rela membantu # Pada akhirnya urusan yang sulit pun menjadi mudah.

BAB XI: NGEREKSO AWAK

“Siro wajib ngerekso maring awak iro# Keben tetep sehat ora sering loro”

Artinya: Kamu wajib menjaga badanmu # Agar tetap sehat dan tidak sering sakit.

“Managon ngombe yandang kudu sarwo resik # Ojo kemproh ketoh koyo bocah cilik”

Artinya: Makan, minum, pakaian harus serba bersih # Jangan jorok seperti anak kecil.

“Lamun siro keroso gerges rikat # Mundut tombo keben ingkal bali sehat”

Artinya: Jika kamu merasa meriang, cepatlah # Mengambil obat agar segera kembali sehat.

“Sebab yen wus kadung loro temtu rugi # Kari ngaji kari amal kang prayogi”

Artinya: Sebab jika sudah telanjur sakit tentu rugi # Tertinggal mengaji dan tertinggal beramal kebaikan.

BAB XII: TOTO KRAMANE MANGAN

“Lamun siro mangan beceik wisuh ndisik # Tangan iro nuli muluk cilik-cilik”

Artinya: Jika kamu hendak makan baiknya cuci tangan dahulu # Tanganmu lalu menyuap kecil-kecil.

“Ugo ojo lali nyebut asma Allah # Kebeh berkah najan kurang lawuh”

Artinya: Juga jangan lupa menyebut nama Allah # Semua akan berkah meski kurang lauknya.

“Kanthi langkah siro dahar sertho muluk# Kanthi tangan sertho anteng siro ndiluk”

Artinya: Dengan perlahan kamu makan dan menyuap # Dengan tangan serta tenang kamu menunduk.

“Ojo ngomong kolo cangkem kebak isine # Rampung mangan muji Allah terima kasih”

Artinya: Jangan berbicara ketika mulut penuh makanan # Selesai makan pujilah Allah sebagai tanda terima kasih.

BAB XII: OMAH LAN KAMAR

“Omah kamar kudu rapi lan teratur # Keben akal melu padang ora bawur”

Artinya: Rumah dan kamar harus rapi dan teratur # Agar pikiran ikut terang dan tidak ruwet.

“Dalan howo kudu cukup keben badan # Tetep sehat fikir lampit ora sungkan”

Artinya: Jalan udara (ventilasi) harus cukup agar badan # Tetap sehat, pikiran tajam dan tidak malas.

BAB XIII: KEWAJIBANE WONG ADIWOSO

“Yen wus adiwoso kudu yambut gawe# Golek rizki halal ojo kelawe-lawe”

Artinya: Jika sudah dewasa harus bekerja # Mencari rezeki yang halal jangan menganggur.

“Opo maneh wongkang ngerumat nak bojo# Harom lamun pasrah borang moso bodho”

Artinya: Apalagi orang yang menghidupi anak dan istri # Haram hukumnya jika pasrah buta dan masa bodoh.

“Sak pantese yambut gawekeno bahe # Dagang tani nupereh sekul sak lawuhe”

Artinya: Sepantasnya bekerja apa saja boleh # Berdagang, bertani, untuk mencari nasi beserta lauknya.

“Dadi khatib juru tulis dadi guru# Dadi opsir dadi polisi gak keliru”

Artinya: Menjadi khatib, juru tulis, menjadi guru # Menjadi petugas militer, menjadi polisi tidak salah.

“Jahit ngumbah lan liyane ojo nakal # Kabeh mau kanggo sebab rizqi halal”

Artinya: Menjahit, mencuci dan lain-lain asalkan jangan nakal (haram) # Semua itu sebagai sebab turunnya rezeki yang halal.

BAB XIV: BAB GEMI

“Becik gemi nanging ojo ngenti cethil # Gusti Allah ora demen wongkang bahil”

Artinya: Sangat baik bersikap hemat tapi jangan sampai pelit # Gusti Allah tidak suka orang yang kikir.

“Ojo tebdir buwang duit tanpo guno # Bakal susah awak iro yen kulino”

Artinya: Jangan boros membuang uang tanpa guna # Badanmu akan susah sendiri jika sudah terbiasa.

“Tuku-tuku kudu iling penghasilan # Ojo banjur hantam toto kromo asal duyan”

Artinya: Membeli sesuatu harus ingat penghasilan # Jangan lalu menerjang aturan asal suka saja.

BAB XV: ZIARAH LAN TOTO KROMO

“Bagus banget kolo-kolo tilik konco # Parek aduh podo bahe najan monco”

Artinya: Sangat bagus sesekali menjenguk teman # Dekat atau jauh sama saja meski di daerah lain.

“Kulo nuwun uluk salam lan salaman # Langkah seneng nuli takon keselamatan”

Artinya: Permisi, mengucap salam dan bersalaman # Dengan sikap senang lalu menanyakan kabar/keselamatan.

“Lamun siro ditamuni deneng liyan# Kudu ajer bungah madep wong kanng temenan”

Artinya: Jika kamu kedatangan tamu # Harus ramah, gembira, dan menghadapi dengan sungguh-sungguh.

“Ojo mrengut mergo ora gowo duwit# Mundak konco-konco iro podo sengit”

Artinya: Jangan cemberut karena tamu tidak bawa uang # Nanti teman-temanmu malah pada benci.

“Kahanane omah iro lir kuburan # Ora ono wongkang mlebu anging setan”

Artinya: Keadaan rumahmu kelak seperti kuburan # Tidak ada orang yang masuk kecuali setan.

BAB XVI: TILIK WONG LORO

“Yen dulurmu nuju loro tilikono #Arem –arem sakit opo takonono”

Artinya: Jika saudaramu sedang sakit jenguklah # Hiburlah dan tanyakan sakit apa.

“Buru cukup ora perlu suwi langkah # Nuli pamit lamun sare ojo gugah”

Artinya: Jenguk seperlunya tidak perlu terlalu lama # Lalu pamitlah dan jika sedang tidur jangan dibangunkan.

“Nuli doa mugo-mugo inggal waras # Duyan mangan sego jagung sego beras”

Artinya: Lalu berdoalah semoga lekas sembuh # Dan berselera makan nasi jagung maupun nasi beras.

BAB XVII: TAKZIYAH WONG KEPATEN

“Lamun konco tongo ono kang kepathen# Tekonono arem-arem kanng telaten”

Artinya: Jika teman atau tetangga tertimpa musibah kematian # Datangilah dan hiburlah dengan sabar/telaten.

“Mugi –mugi gusthi Allah paring sabar# Miwah ridho dateneg dipun tilar”

Artinya: Semoga Gusti Allah memberikan kesabaran # Serta rida kepada (keluarga) yang ditinggalkan.

“Ingkang pejah mugi-mugi di ngapuro# Tetep iman koyo nguno doa iro”

Artinya: Yang meninggal semoga diampuni dosanya # Dan tetap membawa iman, seperti itulah doamu.

BAB XVIII: WALIMAHAN

“Lamun siro di aturi walimahan# Wajib teko yen walimah pengantenen”

Artinya: Jika kamu diundang walimahan # Wajib datang jika itu walimah pernikahan.

“Liyo iku sunah teko kanthi seneng# Nuli mangan ing panggonan kanthi anteng”

Artinya: Selain itu hukumnya sunnah, datanglah dengan senang # Lalu makanlah di tempat dengan tenang.

“Ojo marak ojo aduh ing lampatan# Nanging sedang ojo mandeng ing panganan”

Artinya: Jangan terlalu maju atau mundur di meja makan # Tetapi sedang saja dan jangan memelototi makanan.

“Lamun dahar kudhu adab kang prayogo# Ojo koyo ora tahu mangan sego”

Artinya: Jika makan harus dengan adab yang baik # Jangan seperti orang yang tidak pernah makan nasi.

“Yok oyokan anbut rebutan sik disikan# Nganti yandak iwak bandeng keliru tangan”

Artinya: Bergerombol berebutan saling mendahului # Sampai mau mengambil ikan bandeng keliru memegang tangan (orang).

“Yen wue rampung siro hajat tindak wangsul# Kudu pamit kang ngulemi ojo mersul”

Artinya: Jika sudah selesai dan kamu mau pulang # Harus pamit kepada yang mengundang, jangan diam-diam pergi.

“Lamun siro duwe gawe ulem –uleman # Ojo lali tonggo ojo golek alem”

Artinya: Jika kamu punya hajat mengundang-undang # Jangan lupakan tetangga dan jangan cari pujian.

“Yen tamumu podo teko inggal tompo # Kanthi ajer ora ketang sopo-sopo”

Artinya: Jika tamumu datang segeralah terima # Dengan wajah ramah tidak peduli siapa dia.

“Nuli aturono langkah sakpantese # Miyah hormat hormat ojo mandang ing baguse”

Artinya: Lalu persilakan masuk sepantasnya # Serta hormati tanpa memandang kekayaan/penampilannya saja.

BAB XIX: KEMAJUAN LAN KEMAJUAN

“Iki zaman lanag wadon kudu majeng# Semawono ing bab ngaji kudu mempeng”

Artinya: Zaman sekarang laki-laki dan perempuan harus maju # Demikian juga dalam bab mengaji harus rajin.

“Do sekolah iku pancen wos zamane # Sopo keset bakal getun ing zamane”

Artinya: Bersekolah itu memang sudah zamannya # Siapa yang malas akan menyesal di masanya.

“Nanging awus ojo tiru wong kamajuan# Nganti hukuk syara’ kanggo guyon”

Artinya: Tetapi awas jangan meniru “orang maju” # Sampai hukum syariat dijadikan bahan candaan.

“Cilik-cilik podo ngerti bisik-bisik# Lanang wadun yen di larang do mendelik”

Artinya: Masih kecil sudah tahu bisik-bisik (pacaran) # Laki-laki perempuan jika dilarang malah melotot (melawan).

“Lanang wadon ora muhrim do gojekaan# Lewat ratan ora malu ora sungkan”

Artinya: Laki-laki perempuan bukan mahram saling bercanda # Lewat di jalan tidak malu dan tidak sungkan.

“Rino wengi dogoncekaan do gendakan# Lanang wadun dudu muhrim lewat ratan”

Artinya: Siang malam berboncengan dan berpacaran # Laki dan perempuan bukan mahram melintas di jalan.

“Ora malu podo lali budi timur # Podo ketularan barat kelantur-lantur”

Artinya: Tidak malu, semuanya lupa budi pekerti ketimuran # Tertular budaya Barat yang keterlaluan.

“Malah podo keroso gagah sawangane# Dudu anak turun jowo sawangane”

Artinya: Malah merasa terlihat gagah # Kelihatannya seperti bukan anak keturunan Jawa lagi.

“Bocah wadon keroso malu yen sayake#Kelandungan nuli mrenguti bapak e”

Artinya: Anak perempuan merasa malu jika roknya # Kepanjangan, lalu cemberut memarahi bapaknya.

“Ajar coro imggris coro londo kono# Coro singkek coro opo bahe kono”

Artinya: Belajar bahasa Inggris, bahasa Belanda silakan # Bahasa China atau bahasa apa saja silakan.

“Nanging watak-watak budi kang utomo# Ora keno geser senajan saktumo”

Artinya: Tetapi watak dan budi pekerti yang utama # Tidak boleh bergeser walau sedikitpun.

“Ora barang coro sitik coro inggris# Nuli lagak laku budi lewat garis”

Artinya: Jangan hanya karena tahu sedikit bahasa Inggris # Lalu gaya dan tingkah lakunya melewati batas.

“Ojo ngono hai pemudi lan pemuda#Mundak getun ing burine yen ke dodo”

Artinya: Jangan begitu wahai pemudi dan pemuda # Nanti menyesal di belakang jika sudah telanjur (rusak).

BAB XX: KEWAJIBANE WONG TUWO

“Ibu bapak wajib mulang ing putrane# Lanang wadon nganti ngerti agamane”

Artinya: Ibu bapak wajib mengajari putranya # Laki-laki dan perempuan sampai mengerti agamanya.

“Lamun ora biso wajib masrahake# Marang wongkang pinter koyo mundakake”

Artinya: Jika tidak bisa wajib menyerahkannya # Kepada orang yang pintar untuk mendidiknya.

“Ilmu umum ugo prayogo ngertine#Nanging ojo lali ilmu agamane”

Artinya: Ilmu umum juga baik untuk dimengerti # Tetapi jangan lupakan ilmu agamanya.

“Sebab ibu bapak bakal podho mati# Lamun alim putero mesthi podo gathi”

Artinya: Sebab ibu dan bapak pasti akan mati # Jika putranya alim pasti akan peduli berbakti.

“Doake tahlilake bengi rino# Dadi ibu bapak mengko ora tuno”

Artinya: Mendoakan dan men-tahlil-kan siang malam # Sehingga ibu dan bapak nanti tidak akan merugi.

“Dawuh hadist arikolo anak adam# Wus kapundut najan isih ono ranjam”

Artinya: Sesuai sabda Hadits, ketika anak Adam # Sudah dicabut nyawanya meski jasad masih ada.

“Kabeh amal ganjarene banjur pedot# Liyo telu kang sawabi tansah modot”

Artinya: Semua amal pahalanya lalu terputus # Kecuali tiga hal yang pahalanya terus mengalir.

“Pengsijine amal jariyah pindone# Ilmu nafi’ anak sholeh peng telune”

Artinya: Yang pertama amal jariyah, yang kedua # Ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang ketiga.

“Dugi mriki siir iki sampun ba’do# Poro derek ingkang mahus ampun modo”

Artinya: Sampai di sini syi’ir ini telah selesai # Para saudara yang membaca janganlah mencela.

“Sebab ngangenipun sa’kethak sakdalu# srStho boten wonten wedal kang melulua”

Artinya: Sebab pengarangannya hanya dirangkai dalam semalam # Serta tidak ada waktu yang meluangkan secara khusus.

“Pantes lamun wonten ingkang kirang cocok# Dateng poro kang linagkung sertho kathok”

Artinya: Wajar jika ada yang kurang cocok # Bagi para pembaca yang lebih unggul dan berilmu luas.

Demikianlah kupasan dan terjemahan lengkap Bab Budi Pekerti dari kitab Mitro Sejati karya KH. Bisri Mustofa. Warisan ulama Nusantara ini membuktikan bahwa nasihat moral tidak pernah lekang oleh zaman, meski disampaikan dalam bait-bait syair berbahasa Jawa yang sederhana.

Pesan-pesan luhur mengenai hubungan kita dengan Sang Pencipta, diri sendiri, sesama manusia, hingga alam sekitar sejatinya merupakan kompas moral yang sangat dibutuhkan di era modern ini. Semoga terjemahan ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga memotivasi kita untuk terus membumikan akhlak mulia dalam tindakan nyata sehari-hari.

Maulana Muhammad Faishol
Penulis Eksekutif

Maulana Muhammad Faishol

Majelis Ta'lim dan Sholawat Kanzul Mubtadi-ien. Pendidikan: Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur

Kumpulan Tulisan