Jadwal Sholat Hari Ini

Menerjemahkan

Harap tunggu sebentar...

Khutbatul Kitab I’anatuth Thalibin: Terjemahan Pengantar Kitab Beserta Penjelasan dan Maknanya

Kanzanesia.com — Kitab I’anatuth Thalibin ‘ala Halli Alfazh Fath al-Mu’in karya al-‘Allamah Sayyid Abu Bakar bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi (w. 1310 H) merupakan salah satu kitab kuning paling masyhur dan sering dipelajari di pesantren-pesantren Indonesia sebagai syarah atau hasyiyah mendalam atas Fath al-Mu’in karya Syaikh Zainuddin al-Malibari. Kitab fiqih madzhab Syafi’i ini menjadi rujukan utama bagi santri, ulama, dan pencari ilmu yang ingin memahami hukum-hukum syariat secara rinci, kontekstual, dan muta’akhkhirin—mulai dari bab ibadah (thaharah, shalat, zakat, puasa, haji) hingga muamalah dan akhlak. Muqaddimah (pengantar) kitab ini sarat adab, tawadhu’, dan doa, sekaligus menjelaskan proses penulisan hasyiyah yang lahir dari majelis ilmu di Makkah, serta ketergantungan pada sumber-sumber muktabar seperti Tuhfah, Mughni al-Muhtaj, dan hawasyi para ulama besar. Terjemahan muqaddimah ini hadir untuk membantu pembaca—baik pemula maupun lanjutan—memahami ruh keilmuan pengarang, nilai tawassul kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta semangat istiqamah dalam menuntut ilmu fiqih Syafi’i yang aplikatif dan mendalam. Semoga menjadi wasilah menambah keimanan, keyakinan, dan amal shalih bagi setiap penuntut ilmu.

Khutbatul Kitab I’anatuth Thalibin: Terjemahan Pengantar Kitab Beserta Penjelasan dan Maknanya

Pengantar

Segala puji bagi Allah yang telah menjelaskan jalan bagi para penuntut ilmu, memudahkan manhaj kebahagiaan bagi orang-orang yang bertakwa, menerangi bashirah (pandangan hati) para shiddiqin (orang-orang yang benar) dengan segala hikmah dan hukum-hukum dalam agama, serta menganugerahkan kepada mereka rahasia-rahasia keimanan, cahaya-cahaya keihsanan, dan keyakinan.

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, Yang Maha Memiliki (segala sesuatu), Yang Maha Benar lagi Maha Nyata.

Aku bersaksi bahwa junjungan kita Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, yang benar janjinya, yang terpercaya, yang bersabda: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memberikan kepahaman kepadanya dalam agama.”

Semoga shalawat Allah tercurah kepadanya, kepada keluarganya, para sahabatnya, serta para pengikut mereka dalam hal kebaikan hingga hari kiamat.

Amma ba’du:

Maka berkatalah orang yang paling fakir di antara hamba-hamba kepada Tuhannya Yang Maha Pemberi karunia, Abu Bakar ibn almarhum yaitu Muhammad Syatha:

Sesungguhnya ketika Allah Ta’ala telah memberikan taufik kepadaku untuk membaca syarah karya al-‘Alim al-‘Allamah, al-‘Arif al-Kamil, murabbi para fuqara’ ilmu, orang-orang yang berharap bisa sampai kepada Allah dan para orang-orang yang utama, yang mengumpulkan berbagai macam ilmu, yang mencakup kemuliaan akhlak beserta ketelitian pemahaman, yaitu Syaikh Zainuddin bin Syaikh Abdul Aziz bin al-‘Allamah Syaikh Zainuddin penyusun Hidayah al-Adzkiya’ ila Thariq al-Awliya’, putra Syaikh Ali bin Syaikh Ahmad asy-Syafi’i al-Malibari al-Fanani yang berjudul Fath al-Mu’in bi Syarh Qurrat al-‘Ain bi Muhimmat ad-Din, di majelis yang dihadiri oleh para penuntut ilmu yang agung menghadap ke arah Baitullah al-Haram, maka aku menulis catatan pinggir (hawasyi) di atasnya yang menjelaskan susunannya dan menerangkan maknanya.

Kemudian setelah selesai membacanya, sekelompok sahabat dan teman-teman—semoga Allah memperbaiki keadaan dan kedudukan kami dan mereka—memintaku untuk mengekstrak catatan-catatan pinggir tersebut dan mengumpulkannya. Aku menolak hal itu karena aku tahu bahwa aku bukan termasuk orang yang layak menempuh jalan tersebut, pengakuan akan sedikitnya bekalku, dan pengakuan akan ketidakmampuanku.

Namun ketika mereka berulang kali memintanya, aku bertawassul kepada Sayyid al-‘Ajam wal-‘Arab (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka datanglah kabar gembira dengan isyarat (petunjuk), lalu aku pun mulai mengekstrak dan mengumpulkannya, seraya meminta pertolongan kepada Allah yang Maha Merajai Yang Maha Memberi, serta memohon taufik dan kebenaran kepada-Nya, dengan harapan agar ini menjadi peringatan bagiku dan bagi para kekasih (sahabat-sahabatku), serta agar Allah memberi manfaat dengannya kepadaku dan kepada para sahabat. Karena sesungguhnya Allah-lah yang diharapkan untuk mewujudkan harapan para pengharap dan mengabulkan kebutuhan para peminta.

Aku beri nama kitab ini: إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (I’anat ath-Thalibin ‘ala Halli Alfazh Fath al-Mu’in / Pertolongan bagi Para Penuntut Ilmu untuk Menguraikan Lafal-lafal Fath al-Mu’in).

Dan ketahuilah, wahai orang yang membaca kumpulan ini, bahwa aku tidak memiliki andil di dalamnya kecuali hanya menukil dari ucapan para ulama besar (jumhur), dan menyampaikan apa yang mampu kusampaikan.

Maka perkara yang mudah—sebagaimana dikatakan (dalam kaidah ilmu fiqih)—tidak bisa gugur karena adanya perkara yang sulit.

Dan sandaranku dalam hal itu adalah at-Tuhfah, Fath al-Jawad Syarh al-Irsyad, an-Nihayah, Syarh ar-Raudh, Syarh al-Minhaj, hawasyi Ibn Qasim, hawasyi Syaikh Ali asy-Syabramallisi, hawasyi al-Bujairami, serta kitab-kitab lainnya dari para ulama muta’akhirin.

Seringkali aku meninggalkan penyebutan sumber karena khawatir terlalu panjang. Kemudian apa yang aku anggap benar dalam suatu pembahasan, itu berasal dari ketetapan para imam Ahlul Madzhab. Dan apa yang aku anggap keliru, itu berasal dari kekeliruanku sendiri atau kesalahpahamanku. Maka barangsiapa yang menemukan kekurangan, hendaklah ia memperbaikinya dan memaafkan apa yang mungkin tampak dari kesalahan-kesalahan.

Sebaik-baik apa yang dikatakan:

“Dan jika engkau menemukan cacat, maka tutupilah kekurangan itu

Karena mulianya orang adalah orang yang tiada cacat padanya dan tiada cela.”

Dan kami memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang Mulia, agar Dia memberikan taufik kepada kami untuk meraih keridhaan-Nya, melimpahkan kepada kami hembusan karunia-karunia-Nya yang agung, menolong kami untuk menyempurnakan (amal dan ilmu), serta memberikan manfaat melalui (kitab ini) sebagaimana Dia telah memberikan manfaat melalui asalnya (kitab Fathul Mu’in) .

Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Pemberi karunia. Dan semoga Dia menjadikan (semua ini) ikhlas semata karena dzat-Nya yang Mulia serta menjadi sebab kami memperoleh kemenangan di sisi-Nya dengan surga-surga kenikmatan.

Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas hal itu dan sangat layak untuk mengabulkan (doa).


Demikianlah terjemahan muqaddimah kitab I‘ānatuth Thālibīn ‘alā Ḥalli Alfāẓi Fatḥil Mu‘īn yang penuh adab, tawadhu’, dan semangat menuntut ilmu. Semoga Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menjadikan bacaan ini bermanfaat bagi kita semua, menambah keimanan, memperdalam pemahaman fiqih madzhab Syāfi‘ī, serta menjadi sebab kita semakin dekat kepada-Nya dan kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Insya Allāh, terjemahan dan penjelasan lanjutan dari kitab mulia ini akan kami lanjutkan secara bertahap, semoga Allah memudahkan langkah, melapangkan dada, serta memberikan kekuatan dan keteguhan hati bagi penulis maupun pembaca dalam menuntut dan mengamalkan ilmu agama.


Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami, kabulkanlah segala hajat dan keinginan kami yang baik, perbaikilah keadaan kami dan keadaan seluruh kaum muslimin di mana pun berada. Ampunilah dosa-dosa kami, lindungilah kami dari fitnah dunia dan akhirat, serta kumpulkanlah kami bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih di surga-Mu yang tertinggi. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

﷽

CATATAN KETERANGAN

Terjemahan ini diambil dari Muqaddimah (Khutbatul Kitab) kitab I‘ānatuth Thālibīn ‘alā Ḥalli Alfāẓi Fatḥil Mu‘īn karya Sayyid Abu Bakar bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi.

Sumber: Halaman 2, Juz 1
Cetakan: Darul Kitab Al Islami

Semoga bermanfaat bagi para penuntut ilmu fiqih. Barangsiapa menemukan kekurangan, mohon koreksi dengan ikhlas.

Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammad wa ‘alā ālihi wa shahbihi wa sallam.

Maulana Muhammad Faishol
Penulis Eksekutif

Maulana Muhammad Faishol

Majelis Ta'lim dan Sholawat Kanzul Mubtadi-ien. Pendidikan: Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur

Kumpulan Tulisan